Lubang di Hati

11Mar09

Ku buka mata dan ku lihat dunia // T’lah kuterima anugerah cintanya

Setiap pagi saya bangun tidur, dengan mata yang terbuka (yaiyalaaahh!!) kriyep-kriyep (bahasa planet mana itu “kriyep-kriyep”??!) melihat PC yang duduk malas di atas meja. Mencium aroma iler di bantal. Tapi saya ndak pernah ingat bahwa itu adalah anugerah cintanya. Saya dengan sombongnya melihat itu semua sebagai kejadian alam yang biasa. Saya ndak pernah mikir seandainya pas bangun tidur, mata saya ndak bisa melek. Ndak bisa ngeliatin komputer di dekat ranjang. Ndak bisa liat apa-apa. Ndak bisa nyium bau iler saya yang membangkitkan selera.

Tak pernah aku menyesali yang kupunya // Tapi kusadari ada lubang dalam hati

Pernah gag Anda merasa malas mengerjakan apapun juga? Atau merasa ndak punya motivasi untuk berbuat apapun saja? Saya sering tuh begitu … Maunya cuma matusing (mangan, turu, ng*sing <bukan nyanyi lho ya!!>)

Sesungguhnya saya sangat mensyukuri apa saja yang diberikan Allah pada saya. Wajah yang lumayan ganteng ini. Otak yang lumayan tokcer ini. Bodi yang lumayan tipis ini. Duit yang lumayanlah daripada ndak punya sama sekali ini. Apa lagi coba yang kurang?

Tapi ya itu, seringkali saya ngerasa ada yang kosong di jiwa. Ada ruang hampa. Ada lubang di hati. Pokoknya ndak enak banget rasanya. Anda pernah masuk angin? Nah, itu kan ada ruang hampa di badan Anda. Karena kosong, berlubang, maka anginlah yang ngisi. Ndak enak tho rasanya? Apalagi kalau hati yang berlubang dan kosong.

Kucari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini // Kumenanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati

Saya nih kadang malas berpikir lebih dalam tentang hati yang berlubang. Kadang-kadang, penyebabnya justru karena saya ndak sadar hati saya berlubang.

Pun kalo saya sadar tentang hal itu, seringkali saya mencari jawaban dari sumber lain. Kadang pergi ke tempat karokean, menghabiskan waktu berjam2 disana, atau jalan dengan teman/pacar, atau cari kesenangan-kesenangan lain. Bahasa kapitalisnya: rekreasi, refreshing, hang out.

Padahal, jawaban paling akurat tentu saja kalau saya bertanya pada hati sendiri. “Sakjane karepmu ki opo, Ti Ti??” Sebenarnya maumu itu apa, duhai hati?

Apakah itu kamu apakah itu dia // Selama ini ku cari tanpa henti // Apakah itu cinta apakah itu cita // Yang mampu melengkapi lubang di dalam hati

Apakah maumu itu duit? Perempuan? Kerjaan? Cinta? Kamu ngerti po tentang cinta, Wan? Cita? Kamu punya cita-cita?! Perasaan dulu cita-cita saya adalah tak ingin beranjak dewasa. Ayo Wan, cari terus sumpel yang bisa menutupi lubang hatimu! Cari di mall, cari di took buku, cari di tempat kerja, cari di facebook, cari di mesjid, cari di hatimu sendiri!

Ku mengira hanya dialah obatnya // Tapi ku sadari bukan itu yang kucari // Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan // Dan ku yakin kau tak ingin aku berhenti

Untuk berbuat benar, kadang-kadang orang harus melakukan ribuan kesalahan dulu. Saya dan Anda mungkin mengira sudah menemukan, mengidentifikasi, dan mendapatkan solusi atas lubang di hati. Tapi apa benar kita sudah menemukannya? GR sekali kita..

Perjalanan masih jauh, Wan.. cari terus jawaban atas pertanyaanmu.. konsultasikan dengan hatimu, potongan-potongan jawaban di setiap perjalanan pencarianmu. Melelahkan memang, tapi Dia yang maha memantaumu pastinya tak ingin kau berhenti setelah melihat perjalananmu yang cukup jauh … Dia tak ingin kau sia-sia.



4 Responses to “Lubang di Hati”

  1. * yang jelas lagu letto yang lubang hati itu baguuss,,, hehhehe

    * rinie suka. hahhaaii…^^

  2. Bienvenue a la vie reel, bcp d’obstacles, moins de ravie, mais bonheur tjr est la

  3. 3 zAsCaLLmE

    bersyukurlah akan setiap apa yang telah diberikan NYA pada kita. Maka hargai lah setiap detik yang telah kau habis kan

  4. 4 shei

    heeeehee..bersyukur dengan tidur lagis etelah bangun tidur :P

    bdw , intip juga ya
    http://www.renggetdyaloka.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.