JAKAR Gedi mengumpat-umpat, suaranya menggelegar, “Manusia bajigur!! Kita benar-benar tak diberi ruang untuk bekerja!”

“Betul, Kar, mereka membuat kita jadi pengangguran,” timpal Wedigod.

Malam itu beberapa setan berkumpul di angkringan Lek Pono. Mereka membicarakan kebrengsekan manusia yang makin hari makin membahayakan eksistensi para setan. Bagaimana tidak? Manusia sekarang ini seperti tak memerlukan bisikan setan untuk bermaksiat dan melakukan kejahatan.

Continue reading ‘SETAN-SETAN PENGANGGURAN’

Advertisements

Lubang di Hati

11Mar09

Ku buka mata dan ku lihat dunia // T’lah kuterima anugerah cintanya

Setiap pagi saya bangun tidur, dengan mata yang terbuka (yaiyalaaahh!!) kriyep-kriyep (bahasa planet mana itu “kriyep-kriyep”??!) melihat PC yang duduk malas di atas meja. Mencium aroma iler di bantal. Tapi saya ndak pernah ingat bahwa itu adalah anugerah cintanya. Saya dengan sombongnya melihat itu semua sebagai kejadian alam yang biasa. Saya ndak pernah mikir seandainya pas bangun tidur, mata saya ndak bisa melek. Ndak bisa ngeliatin komputer di dekat ranjang. Ndak bisa liat apa-apa. Ndak bisa nyium bau iler saya yang membangkitkan selera.

Continue reading ‘Lubang di Hati’


Puji Tuhan aku ditakdirkan jadi rakyat Indonesia. Sedap nian dipresideni Bung Karno, Pak Harto, Pak Habibie, Gus Dur, Bu Mega, dan Pak Sus. Aku syukuri dan nikmati sedap yang itu ataupun sedap yang lain dari Ratna Sarumpaet, Rizal Mallarangeng, Sultan HB X, Fajrul Rahman, Wiranto, Marwah Daud, Prabowo, Sutiyoso, dan sekian lagi… wahai Tuhan, panjangkan umurku agar kualami sedapnya menjadi rakyat beliau-beliau secara bergiliran.

Continue reading ‘Pesta Pemimpin 2009’


KEMARIN pagi saya membaca tulisan menarik di Tribun Kaltim, “PKS Naksir JK”. Sudah tentu urusan yang dibahas di headline itu adalah soal capres pada pemilu april nanti. Dalam politik, hal taksir-menaksir memang biasa. Biasa dan gampang berpaling ke lain body. Bisa jadi hari ini partai ini naksir capres itu, besoknya malah jadian sama capres lain. Ada juga caleg anu awalnya naksir partai situ. Tapi karena dicuekin, dia pdkt dengan partai lain yang dirasa mampu memuaskan libido kekuasaannya.

Continue reading ‘Nagabonar atau Tukul?’


UDAH sebulan dukun sakti Ponari buka praktek. Sejak itu pula, sampai sekarang, berbagai pendapat masyarakat mengiringinya. Biasa, tradisi bangsa kita kalau ada isu2 hot, njuk grusa grusu. Dalam kasus ini ada dua model grusa grusunya … ada yang langsung percaya bahwa batu sakti Ponari bisa nyembuhin macam-macam penyakit, sehingga mereka berbondong-bondong naik pick up dari desa untuk mendapat berkah batu Ponari. Ada juga yang seketika apriori, menuding-nuding Ponari sebagai biang kemusyrikan dan harus segera diberantas.

Ribuan orang yang berobat ke Ponari membawa segudang keyakinan bahwa Ponari dan wetu sektinya bisa menyembuhkan penyakit mereka, meski dengan biaya murah. Yang ndak kebagian kobokan Ponari dan batunya, mengambil jalan alternative. Ada yang ngorek-ngorek tanah dekat pembuangan kamar mandi Ponari. Ada juga yang lewat jalur belakang, minta air bekas mandinya Ponari. Mungkin nanti lama-lama ada yang niteni jejak kaki Ponari, lalu mengambil tanah bekas pijakannya itu untuk diraupkan ke muka sebagai media penyembuhan.

Continue reading ‘Membaca Surat Al-Ponari’


Alkisah, sore itu saya dapet sms dari rekan kerja saya (gayane pol!! biar dikira orang kantoran), bahwa ada klien yang mau diambil sampel sidik jarinya. Profesi saya tuh ngambilin sample sidik jari. Mantap kan? Semacam petugas forensik dari kepolisian sektor antah berantah.

Continue reading ‘Di Antara Mahakam-mahakam’


Aku ini kere yang sering memperoleh kesempatan untuk munggah mbale. Maksudku, karena dari hari ke hari hidupku hampir selalu di perjalanan dan berpindah-pindah tempat untuk memenuhi undangan-undangan – baik dari orang-orang yang benar-benar mempercayaiku, maupun dari orang-orang yang sekedar membutuhkanku namun diam-diam ngedumel di dalam hati mereka – maka terkadang aku diinapkan di hotel-hotel.

Continue reading ‘Allah dan Slang-slang AC’